





![]() | Today | 25 |
![]() | Yesterday | 52 |
![]() | This week | 25 |
![]() | Last week | 520 |
![]() | This month | 1269 |
![]() | Last month | 1950 |
![]() | All days | 67816 |
Written by Administrator Thursday, 14 October 2010 08:55
Berbagai cara dan kegiatan diselenggarakan untuk memperingati hari Kartini, Senin (21/4) kemarin.
Seperti yang dilakukan sekolah Kallista di Batam Center menyelenggarakan berbagai perlombaan dan penampilan bakat dari siswa-siswinya.
Penampilan siswa dan siswi Kallista pun tampak berbeda pada hari itu. Hampir semua siswa mengekspresikan dirinya dengan mengenakan busana yang mereka sukai. Seperti berbagai busana daerah, serta berbagai busana yang menunjukkan profesi seseorang. Selain itu ada juga anak-anak yang berpenampilan kasual.
’’Mereka berpakaian seperti ini sesuai dengan beberapa perlombaan yang diadakan berhubungan dengan pengenalan seni dan budaya,’’ ungkap kepala sekolah Kallista Resopriati Sujana, kemarin. Ini sesuai dengan tema acara, ’’Kembangkan potensi dan kreativitas anak dalam bidang seni dan budaya sejak dini’’.
Karena itu tambah wanita yang biasa disapa Bu Yop ini, cara yang paling mudah untuk mengenal berbagai seni dan budaya Indonesia yang beraneka ragam dimulai dari berbagai busana daerah.
Beberapa anak yang tampil dengan busana daerah, ada yang mengenakan busana asal Sumatera Barat, Bali, Melayu, Jawa dan berbagai busana daerah lainnya.
Written by Administrator Thursday, 14 October 2010 08:49
Keresahan orang tua yang memiliki anak usia sekolah semakin bertambah. Pasalnya, di mana ada anak - anak di situ pula aneka jajanan menggoda mereka. Bahkan sifat konsumtif anak-anak terhadap jajanan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja mencemari jajanan anak dengan narkoba.
Padahal, tanpa pencemaran yang disengaja, berbagai jenis jajanan yang banyak beredar di lingkungan anak-anak diketahui banyak mengandung bahan-bahan yang berbahaya, seperti pengawet dan pemanis yang tidak dianjurkan. Lingkungan sekolah justru paling empuk untuk menarik minat anak-anak ini dengan berbagai jajanan tersebut.
Seperti yang sering dilakukan, Kirei (6) siswa kelas satu SD Basic. Meskipun maminya berusaha untuk membekalinya makanan, tapi ia selalu tidak mau dan memilih jajan di sekolah. Coke lat dan minuman berwarna, jajanan yang paling digemari Kirei ‘’Enak sih,’’ ungkap bocah berwajah oriental ini.
Kondisi tersebut sebenarnya sangat mengkhawatirkan Sandra (30) mami Kirei, diakuinya anaknya tergolong anak yang suka jajan. Meskipun saat ini anaknya belum terlalu konsumtif untuk jajanan, tapi ia cukup khawatir dengan jajanan anak yang belakangan ini mulai dicemari. ‘’Tapi susah juga ngelarangnya,’’ ungkap Sandra. Hanya saja sejauh ini ia berusaha untuk mengingatkan anaknya agar lebih hati-hati membeli jenis makanan yang disukainya.
Written by Administrator Thursday, 14 October 2010 08:43
November 21, 2009 proved to be another milestone for Sekolah Kallista when it held its first Cultural Show at the spacious theater of the Sumatra Promotion Center. With the theme “One World...One Dream...One Heart...One Mind...in a change that begins in me through the power of ONE”, the show truly was a showcase of talents not only of the students but the parents and teachers as well.
Each grade level showcased a unique dance showing the culture of the country it represents: Kinder 1 – Japan ; Kinder 2 – India ; Kinder 3 – Philippines and Saudi Arabia; Primary 1 – Egypt and USA ; Primary 2 – South Africa and Australia; Primary 3 and 6 – Indonesia ; Primary 4 – Brazil and Puerto Rico; Primary 5 – Venezuela and Secondary 1 and 2 – “Ties Among All Nations”
Some of the highlights of the show include a choral interpretation of the song “I Have A Dream” by selected parents; a rendition of the Indonesia Jaya by selected faculty members and the very touching interpretation of “Heal the World” and “If We Hold On Together” as the finale song.
Some members of Yayasan Kallista graced the occasion. Pak Anas, Pak Suhendro and Pak Teddy seem very well entertained by the show. A ranking official from the DINAS Pendidikan took time to witness the show as well.
Ibu Yop, our Principal, gave a “two thumbs up” to the show in a post-dinner gathering that night. Truly, the first Cultural Show is a resounding success and all is attributed to the concerted effort of the whole Kallistan family.